Agustus dalam Elegi

Seorang perempuan
dengan bendera di pangkuan
terus menulis kata di udara
dengan jemari mulai gemetaran.

Aku waktu yang tak membaca waktu
aku arus yang tak membaca arus
aku bunga yang tak membaca bunga
aku musim yang tak membaca musim
agustus terus menggerus
jiwa terbakar hangus
tanpa wangi ratus 
aku titah tanpa rajah
aku api tanpa cahaya
aku laut tanpa ombak
aku badik tanpa tajam
agustus jadi arus
minuman jadi darah
trotoar jadi getah.

Seorang perempuan
dengan bendera di pangkuan
terus merasakan kehilangan 
saat jemari mulai gemetaran.

Bogor
Agustus, 1998
"Puisi: Agustus dalam Elegi (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Agustus dalam Elegi
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top