Antara Mei-Agustus

Kursi telah tumbang 
ditandai api dan erang
berhala telah hancur
ditandai telah mengucur
orang-orang masih bingung
orang-orang masih menuntut
reformasi penuh sosok Mbilung
reformasi penuh benang kusut.

Seru mahasiswa:
kami sudah ditinggalkan
kami 'kan ulang turun ke jalan!

Seru wong cilik:
kami hanya mau bunda
yang sudah kibarkan bendera!

Seru wong pintar:
seret para buto ijo
bayangnya saja suka ngaco!

Seru wong seni:
Mei mereka jadi Sengkuni
Agustus masih tak tahu diri!

Dengar!
Angin malam tanah Pucung
sedang menjawabnya . . . .

Agustus, 1998
"Puisi: Antara Mei-Agustus (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Antara Mei-Agustus
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top