loading...

Puisi: Senyuman Yang Pergi...

Senyuman Yang Pergi...
=================================

Sering aku bicara dengan hati, menawar tanya untuk tidak bersedih.
Dia mengerti, tapi dia bukan sesuatu yang bisa diatur.
Dan saat diam adalah cara terbaik untuk bicara, saat itulah engkau datang.
Tepat sesaat sebelum aku melanjutkan nasib.

Belantara cinta yang hidup dengan mimpi-mimpi yang kosong,
Terpelosok dalam fiksi yang hampir merenggut seluruh kenyataan.
Saat itu kau menawar cinta; dengan senyuman yang sedikit engkau paksakan.
Diam, bahkan aku lupa caranya melupakan senyuman itu.

Kau...
Kau merusak setiap ingin yang aku butuhkan,
Setiap butuh yang aku harapkan...
Kau adalah senyuman,
Kau adalah malam yang tidak pernah datang paginya...

Kau...

Pernah dengan sangat mengiris malu dalam cara yang sangat berlawanan,
Lamunan yang menyerah, mengalah dalam ketidakpastian.
Mungkin memang benar, aku pantas untuk jatuh cinta,
Karena itulah aku pantas untuk patah hati.

Detik memang berjalan pelan, namun detiklah yang merenggutmu dariku.
Semakin berlalu, hingga hati semakin terbunuh.
Pergimu yang seakan terlupakan, saat senyuman-senyuman itu semakin dekat.
Dan untuk sekali lagi, aku dikalahkan masa yang tidak pernah sanggup aku kalahkan.

Dengan mudahnya engkau pergi;
Meninggalkan cinta yang harus tersimpan rapi.
Sayangnya engkau tidak pernah mengerti;
Dan aku... terlambat untuk menyadari.

Hatiku mati... mati untuk cinta yang lain.

Singkat mendera lagi nuansa perih,
Engkau yang telah mengguruiku arti cinta;
Engkau juga yang mengguruiku arti patah hati.
Dalam senyuman yang sangat tau caranya berteman dengan hatiku.

Kesalahanku tidak besar,
"Aku hanya tidak pernah tau bahwa aku akan sangat mencintaimu".
Kesalahanku tidak kecil,
"Aku bahkan tidak tau apa yang diinginkan hatiku".

Kenapa hati memilihmu?


Sulit rasanya menyimpan rasa...
Yang sangat mungkin tidak berarti apapun, bagimu.
Sakitnya lagi bukan aku yang memilih pilihan itu,
Tapi pilihan itu yang memilihku.

Dan untuk sekali lagi,
Aku hanyalah budak dari bodohnya hatiku...
Karena selalu menunggu senyuman itu,
Karena ketidakpastian itu.

=================================
Puisi: Senyuman Yang Pergi...
Oleh: Arief Munandar
=================================
"Puisi Senyuman yang pergi"

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

9 comments

loading...
loading...