Bisnis

header ads

Puisi: Surat-surat tentang Lapar (Karya Goenawan Mohamad)

Surat-surat tentang Lapar


untuk Atiek,
di Gunung Kidul.

Tandus kapur mengepung
Cinta pedih rembulan gunung
Kesetiaan penghuni malam-malam hari
Mendesak lapar dan erang sunyi

Dan membisu mati ini
Di punggung kapur tanah putih
Menangkis seribu musim paceklik
Menanti kembali setiap detik


untuk Mardi,
di kota kelahiran.

Di seluruh tanah, di seluruh kemarau
Bayangan tangan rebah menjangkau
Menghempas tinju ke sepi segala
Antara malam dan dengkur lupa

Dan tentang esok
Di pagi putih kemuning rontok
Kembali lagi senyum abadi
senyum yang lapar, yang bersendiri


untuk Don,
dan untuk Basuki.

Lapar berada di senja begini: yang berdalih
Dari segala jemari letih
Yang terangguk dalam gemetar malam buta
Yang tersisih jauh dari kata.


1961
"Puisi: Surat-surat tentang Lapar (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: Surat-surat tentang Lapar
Karya: Goenawan Mohamad

Posting Komentar

0 Komentar