Periuk Cimanuk

Di sinilah percik panca tirta bermuara. dari Cirebon, Indramayu
dan Majalengka. tempat di mana bunga padi menemui rumput
berlanjut ke Sumedang hingga ke Garut.

Hamparan kiri dan kanan rapi tertata, sepanjang seratus delapan
puluh kilometer bentangnya, buah dari cahaya lembah bintang
timur. bangkit dari doa basah yang mengusur
dihangati nyala lampu air semesta. riuh kecipak riak di atas
batu purba. pelepas benih dahaga hijau persegi. meraih gelar
daerah utama penghasil bulir padi.

Sementara, kau terbaca di kertas basah milikku. Berawal dari
Aki Pengebon bekisah tentangmu
atas pertemuannya dengan abdi Mataram, saat sisik bulan
purnama mulai tenggelam, bernama Arif dan Arim Muhammad
pembawa pesan pangeran Tjakraningrat.

Hingga suatu saat ujian menerpa atas tabiat musim yang enggan
bijaksana. Gemar ingkar pada langit dan cuaca, menurunkan badai,
hingga genangan luas tercipta. Akan tetapi, pesan ini haruslah tiba
teruntuk Bupati Sumedang, Suradiwangsa.

Dan kedua abdipun bertanya, sungai apa gerangan tercipta
Aki Pengebonpun berkata: Inilah Sungai Cimanuk bernama.
Sembari melihat mata air dari pohon-pohon pesta. Serta kaki
gerimis burung manis berkicau di dahannya tempat di mana
benang jerami tumbuh menanti. Dengan semi bunga cempaka
di tiap tepi. Jua akar gelombang yang disembunyikan semanggi.

Rajin menukar warna kering, menjadi pelangi
dan akhirnya izinkan aku bercerita. Tentang kecipak air yang
selalu mengirim rasi bintang di ujung bulir padimu. Sembari
membelokkan warna bukit penuh pilu. Untuk tanda hujan di
seribu lembah. Untuk desir limpah aliran pembawa berkah.

Tak sadar, badanku telah basah oleh bulu embun rupawan
bersanding pohon tua yang telah dibangkitkan. Pagi ini
waduk Jatigedhe menjadi tujuan. Agar ujung periukmu,
lekas kutemukan.

Garut, 6 Oktober 2016
"Puisi Kinanthi Anggraini"
Puisi: Periuk Cimanuk
Karya: Kinanthi Anggraini

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top