Hari Ulang Tahun Perkawinan

Pada hari ulang tahun perkawinan kita yang kesekian, yang kita sendiri lupa hari bulan apa, kau tidak menyalakan lilin atau mengundang teman makan-makan. Kapan pernah? Pada hari yang sudah kita lupakan itu kita duduk di beranda ngobrol tentang kapan dan di mana kita bertemu pertama kali, cinta pada pandangan pertama, kucing-kucingan di kampus, dan memutuskan untuk kawin entah hari bulan apa. Aduh, kumat!

Kadang-kadang kita mengangguk ketika ada tetangga lewat atau basa-basi bertanya mau ke mana atau berkomentar “kok tumben jalan-jalan sendirian,” atau cengar-cengir saja. Lho, kenapa kau memandangku seperti sudah lama tidak ketemu? Pada hari perkawinan yang sudah terkubur dalam ingatan itu aku seperti mendengarmu bertanya apakah dulu itu aku memang benar-benar menyayangimu atau apa begitu. Gombal!

Pada hari ulang tahun perkawinan kita itu yang mungkin saja kebetulan jatuh hari ini kau tiba-tiba bangkit dari bangku dan masuk rumah meninggalkanku sendirian di beranda memandang pohon mangga yang beberapa buahnya setiap malam berjatuhan dimakan codot.

Kubikinkan teh apa kopi?


"Puisi: Hari Ulang Tahun Perkawinan (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Hari Ulang Tahun Perkawinan
Karya: Sapardi Djoko Damono

Post a Comment

loading...
 
Top