Jakarta Echo

(1)
Ini adalah blues - irama perih
perbudakan, kesengsaraan tiada
batas yang nyaris tanpa akhir.

Ini adalah blusukan - dangdutan
dengan banyak mabuk, hiburan
mimpi siang bolong, dan jogetan
blusukan saat macet atau banjir.

(2)
Setiap yang hidup pasti
akan mati, maka
belajar berserah diri. Tawakal.

Setiap korupsi pasti
akan disergap KPK, maka
banyak senyum bila ditangkap.

(3)
Apa ketika kampanye, ketika
pilkada: orang boleh bilang
apa saja, meski itu hoax?

Apa demi bea kampanye, ketika
pilkada: orang boleh berbuat
apa saja. Termasuk korupsi?

(4)
Bila musim penghujan
selalu sesuai jadwal: kenapa
limpasan air tak tertampung palung
sungai, yang dangkal karena abrasi?

Menyempit dan mendangkal. Air
tergenang! Apa itu salah hujan,
mal-planologi pemukiman, atau sebab
target membangun yang turap gagal?

: apa itu karena enggan
menggusur, apa karena
melipat dana penggusuran?

(5)
Dengan e-KTP, meski
tanpa surat undangan nyoblos,
sebagai penduduk terdaftar. Legal:
kita bisa memilih - bebas nyoblos

- atau mereka ingin dipotong?

Dan seperti kartu debit,
dengan itu kita bisa menarik
uang tunai, bungkusan sembako
serta tidak melulu uang transpor

- semua gratis diuruskan orang.


2017
"Puisi Beni Setia"
Puisi: Jakarta Echo
Karya: Beni Setia

Post a Comment

loading...
 
Top