loading...
Habis Upahan


Barusan
lenyap
upah kerja sebulan
sekejap
lenyap

Sekejap saja mampir di kantong
dipotong spsi
sewa rumah bon di warung
odolshampo dan ini itu
kantong kembali kosong

Di lantai lembab bertopang dagu
di paku-paku bergelantungan
anduk basah dan cucian
dalam tempurung kepala
jelas terbayang
hasil kerja memenuhi bak mobil
mobil angkutan
dibawa kapal menyeberangi lautan
memasuki toko toko sudut sudut
benua

Dan tiap akhir bulan
kami yang mengupas kapas
jadi wujud kain
kain kain serupa pelangi
tiap akhir bulan
di bawah lampu penerang
rumah kontrakan
yang remang-remang
mengotak-atik
kertas slip *
seperti anak SD
mencari jawaban
soal matematika

Solo, 4 Agustus 1993
*) rincian upah 
"Puisi: Habis Upahan"
Puisi: Habis Upahan
Karya: Wiji Thukul

Post a Comment

loading...
 
Top