loading...
Nonstop 24 Jam

Nonstop 24 jam
yang berkuasa di sini
adalah cahaya

Saban pagi ia membuat garis-garis
lurus
di sekitar jendela
gambar motif gorden tampak jelas
coklat hitam dan putihnya

Lalu pada sore hari
ia mengubah warna langit-langit
sudut-sudut tembok
bidang ubin dan susunan benda-benda
yang ada di dalamnya

Dan bila malam tiba
telapak kakiku diberinya mata
demikian pula punggung tangan
dan jari-jarinya

Saat aku terbaring
serasa yang ada
cuma desir angin
detak jantung
tulang-tulang
dan hembusan nafasku saja

Tapi aku harus pergi
dari kesunyian ini
sebelum penguasa merenggut
aku dan damai ini
 
"Puisi: Nonstop 24 Jam"
Puisi: Nonstop 24 Jam
Karya: Wiji Thukul

Post a Comment

loading...
 
Top