loading...

Kaum yang Menuju Tiada

Meninggalkan kota-kota kelahiran
menuju tempat dalam angan
mengusung hanya erang
dan kenangan yang tersisa
tersimpan dalam sarang-sarang angin
untuk berapa musim
siapa sempat menghitung.

Orang-orang terus berangkat
menuju tempat dalam mimpi kanaknya
barangkali ada lahan-lahan baru
matahari sempurna
hangati pohonan muda
mekarkan bebunga
janjikan kehidupan.

Langit warna perunggu
hisap jiwa
lintasi selat dan laut berkhianat.

Bogor
Juli, 2000
"Puisi: Kaum yang Menuju Tiada (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Kaum yang Menuju Tiada
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top