Berpikir tentang Maut

Hanya sebuah jendela, sewaktu selalu dipermainkan angin
Dan kau tak bisa lagi memberi warna gerimis
Serigala bersarang dalam darahku, di kepala ada sebuah kota
Yang hancur oleh tatapan mata bulan
Perempuan dan kanak-kanak berteriak di sepanjang jalan
Minta kesunyian dan air dari mimpiku yang mawar

Ini rumah penjara, kata matahari
Yang mulai membusuk di tengah-tengah onggokan sampah
Lalu burung membuat hujan di sudut malam
Bulan tak lagi bergantung di langit pengembaraannya

Dan hanya sebuah jendela, waktu mencuat, nafas memberat
dari penjuru tidur, tanah terpampang gambar-gambar
Antara ada dan tiada.

Solo, 1983
"Puisi: Berpikir tentang Maut (Karya Kriapur)"
Puisi: Berpikir tentang Maut
Karya: Kriapur

Post a Comment

loading...
 
Top