Gadis Enam Puluh Tahun

Gadis enam puluh tahun berdiri di ambang jendela,
berbincang-bincang dengan senja.
Senja menggerayangi wajahnya, dan ia merasa
sorot senja sangat menyilaukan matanya.
"Ngapain ngeliatin gue melulu? Ntar gue colong mata lu!"
Senja meredup, kemudian angslup ke pelupuknya.

Demikianlah, setiap berangkat bermain layang-layang
di kuburan, aku melihat gadis buta itu sedang berdiri
di ambang jendela, berpacaran dengan senja,
dan sorot senja memancar dari kelopak matanya.

2002
"Puisi: Gadis Enam Puluh Tahun (Karya Joko Pinurbo)"
Puisi: Gadis Enam Puluh Tahun
Karya: Joko Pinurbo

Post a Comment

loading...
 
Top