Memasuki sunyi

Memasuki sunyi, kulihat kota
Terayun di udara
Dan di pagi sedingin itu, kau menangis lagi
Kabut belum luruh
Air matamu jatuh.

Sebenarnya semua mudah saja terlempar jauh
Atau hujan biar saja turun
Tanpa diawali dengan mendung tergantung
Tapi kematian harus dibebankan
Dan kata-kata harus berjalan
Seperti sedia kala.

Matahari yang biru bergulat dengan dingin
Dan sisa malam yang menyusut jadi batu
Kau tetap, seperti menata nasibmu sendiri
Yang berdiri sebagai pohon rapuh
Di tepi kali.

Memasuki sunyi, semua jadi menggigil
Pagi akan jadi lain
Dan Tuhan begitu baik
Tapi aku tak pernah tahu
Segalanya memang berlaku.

Solo, 1981
"Puisi: Memasuki sunyi (Karya Kriapur)"
Puisi: Memasuki sunyi
Karya: Kriapur

Post a Comment

loading...
 
Top