loading...

Mengetuk Pintu Kota

Karena gemetar pada rumput-rumput di lenganku
kuletakkan ziarahku yang khusuk pada pintu
ada yang menyebutkan nama-nama yang mengabur
pada tanah. menghitungnya satu demi satu guguran
daun. lalu mengekalkannya pada kediaman kubur.

Kota telah jadi ladang untuk cinta yang dahaga
wajah-wajah terbungkus debu jalanan 
si pengembara yang bimbang, menggurat-guratnya
dengan cemas peta yang hilang
menebak-nebak gairah kematian.

tiba-tiba Kausulut, setelah aku melintasi
gang-gang kegelisahan
gairah cintaku terbakar rindu-dendam.

1987
"Puisi: Mengetuk Pintu Kota (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Mengetuk Pintu Kota
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Post a Comment

loading...
 
Top