loading...

Sang Penjelajah Kota

Banjir kota terhenti sementara
di antara berisik gosip dan desau pohon angsana
ketika dia datang dan beritakan
tentang rimbunnya bayang kemegahan di seberang selokan
lantas dia memasang sederet hari perjalanan
menjadi kancing pada bajunya
mengajak bersalam.

Ternyata dia memilih sebuah terminal 
yang menunggu kehadiran setiap waktu
dalam berlusin Tanya mereka yang lewat:
adalah dia hari ini.
maka sosok bayangnya kekar di ujung dinding
yang muncul sebelum wajahnya
menjawab segala tanya 
dan setiap mereka semakin pasti
ketika awal tatapnya menggaris cakrawala.

1980
"Puisi: Sang Penjelajah Kota (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Sang Penjelajah Kota
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top