Sungaiku Sarat Beban

Yang sebening kaca saat diciptakan
yang menyemai segala mula kehidupan
yang hadirkan nuansa keindahan
kini menyapa dengan dendam
anak manusia membuatnya berubah
jadi musuh yang mengintai diam-diam
tanpa semua menyadari
racun-racun yang selama ini diserakkan
kini pada kita dikembalikan
dalam keruh sungai-sungai kumuh
dalam rapuh tanah-tanah melepuh
dalam lamban sungai sarat beban
dalam mata air bercampur hujan asam
kenapa kita lakukan
tanya anak-anak pada generasi bapaknya
yang menyebar pencemaran
kami tak bisa lagi berenang
tak bebas berkejaran dengan matahari
mata air dan sungai-sungai
telah menjadi sejarah duka
sepanjang hari yang dilalui
tak lebih elegi.

Jakarta
Desember, 1991
"Puisi: Sungaiku Sarat Beban (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Sungaiku Sarat Beban
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top