Anakku Menulis

Tak ada yang ditulisnya
; kecuali kegembiraan bermain dan siksaan belajar
juga buku-buku dan jam sekolah yang lengang
; kecuali saat bel istirah.
Kartu-kartu dan gambar-gambar
masa depan yang asing dari sejarahku
erat berada di genggamannya,
di tidurnya, juga mimpinya
menjelma bantal, kasur di kamar tidur
menjadi teman setia di meja belajar
berubah lauk lezat di meja makan.
Lagu-lagu televisi, tarian kartun dan film fiksi
merampas matanya yang selalu curiga padaku
wajah tegang mata prampang
terjaga tiap bicara denganku; orang tua!

Tak ada yang bisa ditulisnya
di depan computer tuaku
; ia kehilangan huruf-huruf yang berantakan letaknya
tanda baca dan jeda jadi tak ada fungsi
rayuan games, laksana sambal di makan siangku
tuts-tuts kotor, mouse yang kerap macet dan berdebu
mengusir minatnya; membunuh kisahnya tentang apa saja
tentang mandi yang telat lantaran Sinchan
tentang permainan dengan teman yang selalu kurang
uang belanja yang tak pernah nambah
(padahal harga jajanan makin menjarah!)
makan yang tak pernah nikmat
tapi, tetap tak ada yang bisa ditulisnya!
Solo
April-Mei 2004
"Puisi Sosiawan Leak"
Puisi: Anakku Menulis
Karya: Sosiawan Leak

Post a Comment

loading...
 
Top