Puisi: Membaca Bahasa Makam (Karya Diah Hadaning) Membaca Bahasa Makam Memetik Pesan Muara Tura Pagi tak pernah hilang mentari setiap langkah pelan dua perempuan menapaki jalan me…
Puisi: Kosong (Karya Joko Pinurbo) Kosong Rumah masih saja terasa hampa walau sudah kuisi dengan berbagai macam barang berharga. Kamar tamu…
Puisi: Sebuah Goa di Puncak Bukit (Karya Suminto A. Sayuti) Sebuah Goa di Puncak Bukit di sebuah goa kecil di puncak bukit seonggok tubuh kerdil menggapai-gapai langit engkau mesti bersabar menakar diri menaka…
Puisi: Bunga Azalea (Karya Joko Pinurbo) Bunga Azalea Bunga azalea tumbuh liar di bawah jendela. Mekar, segar, dan bercahaya Bunga paling pacar, paling disayang waktu. Bunga…
Puisi: Ayah (Karya Abdurahman Faiz) Ayah (1) Sedalam laut, seluas langit cinta selalu tak bisa diukur begitulah ayah mengurai waktu meneteskan keringat dan rindunya untukku Ayah (2) Aya…
Puisi: Rumah Sakit (Karya Joko Pinurbo) Rumah Sakit Rumah adalah rumah sakit yang paling nyaman dan murah, sebab, kalau mau, kau bisa sakit sepuasmu.…
Puisi: Tsunami Dua (Karya Wowok Hesti Prabowo) Tsunami Dua tsunami dua terbungkus di karduskardus teronggok di bandara persinggahan angin terus menghitung poskoposko tapi kapal bisu di pertapaan l…
Puisi: Tekukur Akhir Desember (Karya Mochtar Pabottingi) Tekukur Akhir Desember Kembali tengah malam begini Kukurmu menyimpulkan seluruh hening Ke dalam semerbak harum kemuning Pada bulu-bulumu Desember pun…
Puisi: Maka Lahirlah Aku (Karya Syamsu Indra Usman) Maka Lahirlah Aku Maka lahirlah aku Atas kehendak-Mu Sesudah Kau hembuskan rohku Dalam rahim ibuku Maka matilah aku Atas kehendak-Mu …
Puisi: Badai Tengah Malam (Karya A. Rahim Eltara) Badai Tengah Malam Di antara rasa asin tetesan keringat kauseduh dengan bening saripati pada retak-retak-ret…
Puisi: Aku Menyimpan Laut (Karya Ariffin Noor Hasby) Aku Menyimpan Laut Aku menyimpan laut dalam mulutku Tapi angin terus mendesai di kepalaku Dan esok ketika kau Berdiri di pantai itu Lihatlah, dunia t…
Puisi: Bola (Karya Joko Pinurbo) Bola Permainan sudah selesai. Perburuan tak akan usai. Kostum, bendera, spanduk bertebaran di pinggir arena. Ribuan penonton telah pulang men…
Puisi: Tahun Baru, Selamatkan Jiwa Kami (Karya Aslan Abidin) Tahun Baru, Selamatkan Jiwa Kami penghujung tahun selalu saja sama di kota kami. gerimis di sepanjang hari, kelip lampu natal di etalase pertokoan, …
Puisi: Laut Mabuk (Karya Wowok Hesti Prabowo) Laut Mabuk masjid itu sendiri berdiri, seperti tugu mandangi batangan ombak mengoyak magma mabuk dan tangis mengandung topan tungkuku belum usai mena…