Aceh masih belum baik-baik saja.

2004

Puisi: Mata Laut (Karya Tri Astoto Kodarie)

Mata Laut kuingin gelombang pasang malam ini dapat berubah menjadi bintang-bintang menerangi ikan-ikan yang bermain di arus atau geliat nafasmu yang …

Puisi: Kuil Ise, Prosesi (Karya Mochtar Pabottingi)

Kuil Ise, Prosesi /A/ Prosesi ajaib itu bergerak     di tengah gerimis     dalam percintaan kosmis Berjubah putih-putih. Mereka berbaris     Seperti …

Puisi: Lebaran (Karya Mustafa Ismail)

Lebaran (1) (- elegi kampung halaman) Takbir itu mengingatkanku pada lilin-lilin aneka warna di sepanjang pag…

Puisi: Religi (Karya Andy Sri Wahyudi)

Puisi Religi Malam bergentayangan memburu ayat-ayat tuhan mencari hening pada lipatan ruh kalimat. tak terkata. seonggok hati biru tu…

Puisi: Kepada Munir (Karya Isma Sawitri)

Kepada Munir Kebenaran tentang petaka kematianmu dijanjikan awal November ini Demi kejelasan, skenario yang teramat laknat semestinya tidak lal…

Puisi: Kelanjutan Sebuah Narasi (Karya Diah Hadaning)

Kelanjutan Sebuah Narasi (1) Kota-kota mencipta sejarahnya sendiri lepas dari urutan waktu manusia tua apung senyum di awang-awang lukis keindahan …

Puisi: Ketika Indonesia Dihormati Dunia (Karya Taufiq Ismail)

Ketika Indonesia Dihormati Dunia Dengan rasa rindu kukenang pemilihan umum setengah abad yang lewat Dengan rasa kangen pemilihan umum…

Puisi: Anakku Menulis (Karya Sosiawan Leak)

Anakku Menulis Tak ada yang ditulisnya ; kecuali kegembiraan bermain dan siksaan belajar juga buku-buku dan jam sekolah yang lengang ; kec…

Puisi: Taman (Karya Goenawan Mohamad)

Taman Pada gerbang batu dan taman tak berpagar kau menunggu, 5 menit, 7 menit, tinggal, gemetar mengisi teka-teki silang, sampai seseorang da…

Puisi: Di Mana Kamu, De'Na? (Karya W.S. Rendra)

Di Mana Kamu, De'Na? (Puisi Mengenang Tsunami Aceh 2004) Akhirnya berita itu sampai kepada saya: Gelombang tsunami setinggi …

Puisi: Adegan (Karya Goenawan Mohamad)

Adegan Kuingat bedeng beratap hitam Kuingat bedeng beratap hitam di sebuah film Jerman: Seorang perempuan tertinggal dalam gerbong den…

Puisi: Telepon Tengah Malam (Karya Joko Pinurbo)

Telepon Tengah Malam Telepon berkali-kali berdering, kubiarkan saja. Sudah sering aku terima telepon dan bertanya “Siapa ini?”, jawabnya cum…
© Sepenuhnya. All rights reserved.