Mendaki Bukit Doa

Cinta adalah palang kayu
Yang kupanggul dari lembah
Ke puncak bukit. Ada tetesan darah
Jejak pengusiran yang terukir
Sepanjang retakan tanah
Dan pecahan gamping

Tapi kenangan lewat dari pikiran
Dan perasaan letih. Waktu seakan mengendap
Ingatan tak ada lagi dan doa yang kuseret
Tersangkut pada baris-baris nubuat
Lalu aku membayangkan sorga
Yang penuh parodi

Cinta adalah sejumlah luka
Yang nyerinya masih kutampung
Di dada dan lambung. Tak ada yang berubah
Hanya malam yang bersekutu dengan sepi
Lalu kau dan aku tercipta kembali
Dilepas mengembara ke bumi

Tapi sejarahnya hanya mencatat adegan
Yang terjadi di luar kita. Dawat telah kering
Pena sudah patah dan doa yang kugelindingkan
Tersandung bongkahan-bongkahan batu
Yang tengah ditatah seorang rahib
Menyerupai anatomiku.

2015
"Puisi Acep Zamzam Noor"
Puisi: Mendaki Bukit Doa
Karya: Acep Zamzam Noor

Post a Comment

loading...
 
Top