loading...

Fragmen Kekalahan

Sebagai orang kalah arus.
Aku larut dalam kehendak.
Tak terencana, menyimpan kata-kata bijak.
Membiarkan diri dibantai birahi kota.
Meneguk habis ampas peradaban ketiga.

Gemerlap lelampu dan tata warna.
Membenamkan jiwaku.
Sejuta langkah pasti pun larut ke dasar sungai tanpa peta:
Aku ternyata tak punya lagi kartu nama.
Kehilangan sejarah, kehilangan Indonesia.
Larut jadi ampas diurai unsur-unsur kimia.
Tak tahu arah angin, tak tahu letak cakrawala.

Sebagai orang kalah arus.
Akhirnya aku sampai ke muara.
Dengan seluruh tubuh terluka.
Dan jiwa terperkosa.

(Kembalilah, wahai anak muda.
Nadi yang kemarin
yang terluka
masih putih darahnya!)

1982
"Ahmadun Yosi Herfanda"
Puisi: Fragmen Kekalahan
Karya: Ahmadun Yosi Herfanda

Post a Comment

loading...
 
Top