Out of Geology
(Nirwan Dewanto)

Di Kaibab Trail, di antara Coconino Plateau di titik
7260 kaki permukaan laut dan Suspensi 'n Bridge
di 2420 kaki, di atas rentangan lesu Colorado River
: merenungi lapisan tanda perjalanan waktu di bumi.

Leluhur Hualapai, leluhur Havasupai, bahkan Hopi
serta navayo - mungkin leluhurku juga - : bagai
elang melayang diusung udara panas, membubung
hingga bayangannya melintas pada dinding jurang,
mengeja-ngeja di lapisan tanah. Bergegas di antara
tatapan dan kilat kamera pelancong berbaju katun,
yang abai pada pertanda: setelah 2 abad siapa yang
tetap perkasa pada permukaan bumi ciptaan Manitou?

Bumi yang carut-marut di antara Rocky Mountain
dan Sierra Nevada itu bernama Colorado Plateau:
bagai si kakek menidurkan Grand Canyon dengan
sponge, karang, kerang dan kapur. Mungkin juga
mantra kebangkitan bagi dengki yang ditidurkan,
jadi granit bungkam yang lena di kedalaman dan
dihimpit pasir, jemu digencet dalam menanti tiba
kode jari waktu. Bisakah ia tetap sabar dan tawakal?

Di hadapan jam atomik yang abai akan fosil: manusia
hanya abstraksi. Eksistensi hanyalah desir pasir-pasir
Painted Desert dihela angin dan sampai di Reservation
- kemasyhuran itu hanya sisa debu di sela kuku jari kaki.

1988
"Puisi Beni Setia"
PuisiOut of Geology
Karya: Beni Setia

Post a Comment

loading...
 
Top