loading...

Persinggahan
(Pantai Samas)

Laut hanya bersajak. Cinta
mengendap dalam tubuh tegak
beku memandang dingin matamu.

Tak kautangkap gairah pagi
mentari menghidupkan percik
ombak di pasir, kini-esok
tanpa akhir
: di sinilah kehidupan
bermula dan berakhir.

Perahu nelayan melaut
berlabuh kembali
di pelukan terabadi
dan kita, petualang, tergenggam
keangkuhan batu karang
mengunyah duka. Diam
dalam ayunan gelombang.

Tak kau pedulikan tingkah
angin pagi. Mengayun mimpi
telah kita ukir kenangan
kepedihan tak terelakkan.

1982
"Ahmadun Yosi Herfanda"
PuisiPersinggahan
Karya: Ahmadun Yosi Herfanda

Post a Comment

loading...
 
Top