Musim Pelangi Hitam

Desiran udara dalam nafas senantiasa tercipta
dalam palung senja seluas segara. Yang tak melupa
lihatlah sang waktu yang begitu kejam merajam
meninggalkan wajah yang berpaling tajam
keadaan jiwa tak dirasa hati. Tetap melangkah
dan bergegas untuk pergi. pada rahasia dimensi
lekat diingat, mendaging di urat nadi.

Barangkali hara semakin lara
bergerimis di kabut yang tak kunjung mereda
membuang kertas usang bernyawa. yang terganti
langit karam pada desiran darah dari sungai langit
yang melimpah
hangat hijau daun dan kuning jagad bersumpah
berpagar bidadari yang sedang mandi suara
berbalut gerimis yang ketat menjaganya

Inilah musim pelangi
dimana kekelaman mendawaikan selaput bumi
saat bulan berbantal bunga-bunga kasturi
bersama hujan yang menumbuhkan akar mati

Di tanah yang menumbuhkan rindu kembali
berteman warna kuas yang lekas berganti.

Magetan
24 Januari 2014
"Puisi Kinanthi Anggraini"
PuisiMusim Pelangi Hitam
Karya: Kinanthi Anggraini

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top