Blues

Seperti sekuntum mawar Alabama, aku tidur di bawah kelopak 
matamu. Aku akan bangun bila sepucuk duri menyentuh bola 
mataku. Di tengah mimpi, sang kilat menerobos pintu kamar. 
“Di mana akarmu?” ia bertanya sambil melepas baju-hujannya.

“Di sini,” aku menunjuk jantungku. Lalu ia menyobek selimutku 
yang merah secerlang darah. Ia pun terlelap di dalam sana. 
Seperti benih mawar. Ah, betapa beraneka kelopak mata yang 
melindungi kami. Jutaan kelopak api sampai kelopak es, yang 
segera berguguran ke dasar tidur kami. Sampai mawar-halilintar 
itu tumbuh subur melebihi wajahku sendiri.

Lihat, betapa 
durinya melimpah ke luar mimpi, seperti hujan pagi. Tapi aku 
segera terbangun, menguncup, menusuk bola matamu, sebelum 
akhirnya terkubur di antara sapu tanganmu dan matahari.

2007
"Puisi Nirwan Dewanto"
PuisiBlues
Karya: Nirwan Dewanto

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top