loading...

Daun di Lailmu

Adalah bodoh selembar daun
yang hanya bisa mengangguk
setegar itukah batang-batang
yang sesenaknya merenggang
konsekuensi diri
yang terlahir dari ucap sendiri.

Terpasung
terpaku mata kaki dengan rantai terkurung
budak romusha pada masa itu, dikandung.

Rerumputan bertutur kata
berbagai harapan yang semakin fana
tak juga terputus
perang batin dan terhapus.

Memenjara otak
membusukkan kelopak
dan semoga hanya lail
yang bermain dengan anak kecil.

Surakarta, 10 Mei 2013
"Puisi Kinanthi Anggraini"
PuisiDaun di Lailmu
Karya: Kinanthi Anggraini

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top