Duka Musafir

Dukaku duka musafir
langkah serupa angin
menyusuri haluan tinta
memuat berita, kasta kota.

Musafir dukaku, dingin mendiami
purna daya, asa terbentur karang, karam
mengaduk hidup dalam segelas kopi pahit
berampas, mengerak dalam gelas lantas ditinggalkan.

Cilegon, Banten
22 Oktober 2011
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiDuka Musafir
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top