Isyarat Kehidupan itu Kematiannya
(: Astry Anjani)

Kekasih, entah mengapa aku jadi begitu manja. Minta senyum, minta tawa, minta keceriaan menari-nari pada bulat matamu. Lihatlah... dari timur segerombol waktu merangkak ke arahmu, minta dibaca, minta diartikan, minta pengertian semuanya berdesakan dari sebuah corong, zaman.

Bukankah baru saja kutebar benih pada pagi hari, mengapa senja ingin lekas memetik? Mengusung keranda, berirama zikir, nyinyir sungguh ke arahku, ke arahku sayang!

Adakah isyarat kematian itu mendekat, ataukah isyarat kebinasaan sebelum kematian itu benar-benar datang? Ah! Aku jadi begitu penakut sayang, ingin dekap, ingin hangat, ingin kau temaniku hingga pagi datang dan kita berbaur dengan manusia, hewan, batu, daun seperti debu-debu yang berhamburan pada putaran bumi yang semu.

Cilegon, Banten
7 Februari 2012
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiIsyarat Kehidupan itu Kematiannya
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top