loading...

Kami Kehilangan Kau Bron

Langit beberapa hari mendung, menangis tanpa gelegar guruh,
kau Bron pergi meninggalkan kami membawa sakit tanpa mengaduh.
Ribuan cerita laksaan makna telah kau sembahkan kepada semua,
dengan mimpi-mimpimu dan harapan kita dunia berganti rupa.

Ketika tahun enam-puluhan kita duduk bersama di Cidurian,
belum apa-apa tapi di sini kita bergandengan tangan.
Nyanyian kita sama detak jantung kita satu,
membela Kemerdekaan berderap maju.

Bertemu lagi di Tiongkok Rakyat kau mengajar aku belajar,
belajar berteladan pada bumi bendera merah telah berkibar.
Dan di sebuah desa gunung batu kita berladang bersawah,
di tanah air berlangsung perburuan manusia penuh darah.

Puluhan tahun hidup kita ya Bron tanpa visa dan paspor
dunia setia pada janjinya melindungi kita dari sebutir pelor.
Kau di Paris aku di tempat kita bertemu sering Amsterdam,
untuk membangun angan-angan yang tak pernah padam.

Kini kau telah pergi Bron aku mengucapkan selamat jalan,
dengan penuh kepercayaan sampai di pelabuhan penghabisan.

Amsterdam, 15 Februari 2007
"Puisi Mawie Ananta Jonie"
PuisiKami Kehilangan Kau Bron
Karya: Mawie Ananta Jonie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top