Puisi: Berdebur Ombak Pariaman (Karya Mawie Ananta Jonie) Berdebur Ombak Pariaman Berdebur ombak Pariaman berdebur suaranya sampai jauh, pulau Angsa Dua berjabat tanga…
Puisi: Doa (Karya Mawie Ananta Jonie) Doa Malam keluarga kumpul dan orang sekampung, ruangan tengah penuh yang di langkan tak bisa bergabung. Seseorang memanjatkan doa hadirin …
Puisi: Pada Sebuah Sisi Pinggiran Kota (Karya Mawie Ananta Jonie) Pada Sebuah Sisi Pinggiran Kota Orang-orang berusia senja itu datang dari jauh, berkunjung pada taman kanak-k…
Puisi: Di Batas Renville (Karya Mawie Ananta Jonie) Di Batas Renville Batang Tapakih mengalir membelah kampungku, airnya kuning sejak dari hulu sejak dulu dulu. …
Puisi: Kita Orang-Orang yang Tak Mau Jadi Budak (Karya Mawie Ananta Jonie) Kita Orang-Orang yang Tak Mau Jadi Budak Kita adalah orang orang yang pernah dicap sebagai pembangkang, maka sekali diberi tanda gelar ini jan…
Puisi: Sehabis Penyeberangan Sungai Maong Thang (Karya Mawie Ananta Jonie) Sehabis Penyeberangan Sungai Maong Thang Sehabis penyeberangan sungai Maong Thang malam itu, lalu bersaling d…
Puisi: Aku Kehilangan Masa Laluku (Karya Mawie Ananta Jonie) Aku Kehilangan Masa Laluku Dulu ketika kereta api di daerahku masih saja merangkak, bendi dan pedati menjadi pendukungnya berpihak. Sekar…
Puisi: Segulung Ombak di Dalam Samudra Biru (Karya Mawie Ananta Jonie) Segulung Ombak di Dalam Samudra Biru ( Sebuah Cerita Buat Anakku Pinta ) (1) 100 tahun yang lalu anakku, tatk…
Puisi: Pantai Padang (Karya Mawie Ananta Jonie) Pantai Padang Kampung nelayan itu hanya tinggal bayangan saja, beberapa perahu terdampar dan satu dua gubuk t…
Puisi: Kenangan dan Ingatan Itu (Karya Mawie Ananta Jonie) Kenangan dan Ingatan Itu Ketika aku pulang dan mampir di Payakumbuh apakah yang menjadi keinginanku datang dari jauh? Bukan penyaram atau …
Puisi: Membuka Tanah Merebut Puncak (Karya Mawie Ananta Jonie) Membuka Tanah Merebut Puncak Tanah-tanah di sepanjang aliran sungai Mongya itu dibuka, oleh tangan anak anak petani yang pernah luka. Jadi…
Puisi: Cerita untuk Nancy (Karya Mawie Ananta Jonie) Cerita untuk Nancy Tiba tiba di kota Kecamatan berletupan suara senapan, tiba tiba dari seluruh kaki gunung seperti datang penyerbuan. Tenang kata ne…
Puisi: O, Soekarno! Kata Mereka (Karya Mawie Ananta Jonie) O, Soekarno! K ata Mereka Bila sekarang kusaksikan mentari menembus langit mendung, aku melihat kelaparan sed…
Puisi: Di Tugu Selamat Datang (Karya Mawie Ananta Jonie) Di Tugu Selamat Datang (Bundaran Hotel Indonesia) Sekali aku berdiri di depan tugu Selamat Datang teringat ma…