Puisi Mawie Ananta Jonie

Puisi: Menunggang Kuda Memetik Bunga (Karya Mawie Ananta Jonie)

Menunggang Kuda Memetik Bunga Tinggi bukit seribu gunung bertahun baru di rumah mertua, bersandal jepit berka…

Puisi: Ada Bulan dalam Kabut (Karya Mawie Ananta Jonie)

Ada Bulan dalam Kabut Dari seberang pagar gubuknya bayangan kekasih datang, sunyi di pegunungan suara langkahnya semakin terang. Mereka be…

Puisi: Kami Kehilangan Kau Bron (Karya Mawie Ananta Jonie)

Kami Kehilangan Kau Bron Langit beberapa hari mendung, menangis tanpa gelegar guruh, kau Bron pergi meninggal…

Puisi: Untuk sebuah Mimpi dan Arti Kata Merdeka (Karya Mawie Ananta Jonie)

Untuk sebuah Mimpi dan Arti Kata Merdeka Ketika luka luka itu masih terus meradang dengan sakitnya adikku, ak…

Puisi: Ketika Aku Memetik sebuah Jambu (Karya Mawie Ananta Jonie)

Ketika Aku Memetik sebuah Jambu Ketika aku memetik sebuah jambu siang itu di halaman, dari langkan rumah tua …

Puisi: Dalam Masa Gelap Anakku (Karya Mawie Ananta Jonie)

Dalam Masa Gelap Anakku Dalam masa gelap anakku apa yang bisa kita kerjakan, aku berharap kalau jejak langkah y…

Puisi: Sebuah Perbincangan Kasih dan Cinta (Karya Mawie Ananta Jonie)

Sebuah Perbincangan Kasih dan Cinta Mereka adalah para sahabat yang datang dari berbagai kota jauh, lagu "Tuhan Dikau Naungan Hidupku&quo…

Puisi: Kepada Penyair Heri Latief dan Asahan Aidit (Karya Mawie Ananta Jonie)

Kepada Penyair Heri Latief dan Asahan Aidit Bertahun-tahun kita terhalang pulang dan tinggal di negeri orang Jadi perantau bukan, pengembara p…

Puisi: Jalan Ini Bertaruh Hidup atau Mati (Karya Mawie Ananta Jonie)

Jalan Ini Bertaruh Hidup atau Mati Tahun 1970 dua tahun dia berada dalam barisan partisan, keberaniannya ditempa dalam maju mundurnya perjuang…

Puisi: Menjadi Pembangkang Milik Setiap Orang (Karya Mawie Ananta Jonie)

Menjadi Pembangkang Milik Setiap Orang Harapan yang ikut disenandungkan sejak masa muda belianya, masih jauh dari jangkauan dan mimpi hidup ya…

Puisi: Schiphol Amsterdam (Karya Mawie Ananta Jonie)

Schiphol Amsterdam Di lapangan terbang hari ini telah datang ribuan penumpang, kami sekeluarga adalah bahagia…

Puisi: Lelaki Itu Pulang (Karya Mawie Ananta Jonie)

Lelaki Itu Pulang Hujan turun sejak pagi orang orang sekampung telah berdatangan, lelaki itu untuk pertama kali kembali sehabis 40 tahun berja…

Puisi: Di Sepanjang Dua Sisi Sungai Mongya (Karya Mawie Ananta Jonie)

Di Sepanjang Dua Sisi Sungai Mongya Sebuah sungai mengalir membelah Kecamatan Mongya, sudah bebas Mongya sungainya Sungai Mongya mencari muara…

Puisi: Kalau Nancy Menangis (Karya Mawie Ananta Jonie)

Kalau Nancy Menangis Dua bulan lagi Nancy akan tiga tahun umurnya, sejak dia lahir aku terasa sudah lebih tua tua bangka. Ketika berumur d…

Puisi: Dia yang Telah Diberitakan Mati (Karya Mawie Ananta Jonie)

Dia yang Telah Diberitakan Mati Lelaki itu pulang ke kampung asalnya dari negeri bawah laut, setelah puluhan tahun tanpa pasport-kewarganegaraan…

Puisi: Teluk Bayur (Karya Mawie Ananta Jonie)

Teluk Bayur Dia pelabuhan yang membuka pintu hatinya bagi perantau, datang dan pergi aku mendengar suaranya di lepas pulau. Di sini aku la…
© Sepenuhnya. All rights reserved.