Puisi Mawie Ananta Jonie

Puisi: Segulung Ombak di Dalam Samudra Biru (Karya Mawie Ananta Jonie)

Segulung Ombak di Dalam Samudra Biru ( Sebuah Cerita Buat Anakku Pinta ) (1) 100 tahun yang lalu anakku, tatk…

Puisi: Pantai Padang (Karya Mawie Ananta Jonie)

Pantai Padang Kampung nelayan itu hanya tinggal bayangan saja, beberapa perahu terdampar dan satu dua gubuk t…

Puisi: Kenangan dan Ingatan Itu (Karya Mawie Ananta Jonie)

Kenangan dan Ingatan Itu Ketika aku pulang dan mampir di Payakumbuh apakah yang menjadi keinginanku datang dari jauh? Bukan penyaram atau …

Puisi: Membuka Tanah Merebut Puncak (Karya Mawie Ananta Jonie)

Membuka Tanah Merebut Puncak Tanah-tanah di sepanjang aliran sungai Mongya itu dibuka, oleh tangan anak anak petani yang pernah luka. Jadi…

Puisi: Cerita untuk Nancy (Karya Mawie Ananta Jonie)

Cerita untuk Nancy Tiba tiba di kota Kecamatan berletupan suara senapan, tiba tiba dari seluruh kaki gunung seperti datang penyerbuan. Tenang kata ne…

Puisi: O, Soekarno! Kata Mereka (Karya Mawie Ananta Jonie)

O, Soekarno! K ata Mereka Bila sekarang kusaksikan mentari menembus langit mendung, aku melihat kelaparan sed…

Puisi: Di Tugu Selamat Datang (Karya Mawie Ananta Jonie)

Di Tugu Selamat Datang (Bundaran Hotel Indonesia) Sekali aku berdiri di depan tugu Selamat Datang teringat ma…

Puisi: Ada yang Ingin Kukatakan (Karya Mawie Ananta Jonie)

Ada yang Ingin Kukatakan Mendung dan hujan turun di atas genteng rumah, mengetok kaca jendela irama gendang yan…

Puisi: Menunggang Kuda Memetik Bunga (Karya Mawie Ananta Jonie)

Menunggang Kuda Memetik Bunga Tinggi bukit seribu gunung bertahun baru di rumah mertua, bersandal jepit berka…

Puisi: Ada Bulan dalam Kabut (Karya Mawie Ananta Jonie)

Ada Bulan dalam Kabut Dari seberang pagar gubuknya bayangan kekasih datang, sunyi di pegunungan suara langkahnya semakin terang. Mereka be…

Puisi: Kami Kehilangan Kau Bron (Karya Mawie Ananta Jonie)

Kami Kehilangan Kau Bron Langit beberapa hari mendung, menangis tanpa gelegar guruh, kau Bron pergi meninggal…

Puisi: Untuk sebuah Mimpi dan Arti Kata Merdeka (Karya Mawie Ananta Jonie)

Untuk sebuah Mimpi dan Arti Kata Merdeka Ketika luka luka itu masih terus meradang dengan sakitnya adikku, ak…

Puisi: Ketika Aku Memetik sebuah Jambu (Karya Mawie Ananta Jonie)

Ketika Aku Memetik sebuah Jambu Ketika aku memetik sebuah jambu siang itu di halaman, dari langkan rumah tua …

Puisi: Dalam Masa Gelap Anakku (Karya Mawie Ananta Jonie)

Dalam Masa Gelap Anakku Dalam masa gelap anakku apa yang bisa kita kerjakan, aku berharap kalau jejak langkah y…

Puisi: Sebuah Perbincangan Kasih dan Cinta (Karya Mawie Ananta Jonie)

Sebuah Perbincangan Kasih dan Cinta Mereka adalah para sahabat yang datang dari berbagai kota jauh, lagu "Tuhan Dikau Naungan Hidupku&quo…
© Sepenuhnya. All rights reserved.