loading...

Karang Pada Ombak

Karang di tepi laut itu terkikis
Ombak telah berlaku curang
membawa gelombang cinta
deburnya isyarat peperangan.

Karang hanya diam
menyaksikan gairah terlepas
terbawa pusaran dan tenggelam.

Di dasar laut kikisan karang merintih
pada riak yang mengendap dingin
“Aku tak pernah berlaku curang”

Tiba-tiba gelombang terhenti
sehampar laut membeku
karang menjadi gunung es
dari masa ke masa menjulangkan kebencian.

Hingga pada suatu hari yang dipenuhi api
ia meleleh menjadi air, lantas menguap
ke langit-langit menjadi gumpalan awan
hitam.

Berabad tahun lamanya hujan ingkar janji
gunung-gunung terbakar di kaki matahari
ombak mati tanpa alamat pemakaman.

Sungguh awan hitam itu adalah karang
ia amat mencintai kesombongan
amat rindu saat-saat dihancurkan
kini perih seperti candu yang turut mati.

Kembali merintih lirih lantas bunuh diri
dan langit menangis tanpa henti.

Laut pun terlahir
tanpa debur, tanpa karang
berdarah!

Cilegon, Banten 
22 November 2011
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiKarang Pada Ombak
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top