Bisnis

header ads

Puisi: Kayu Tanam (Karya Mawie Ananta Jonie)

Kayu Tanam

Menurun dari Silaying ke Kayutanam udaranya nyaman,
senja pun mengantar purnama dalam perjalanan.

Ingatannya pada stasion tempat dulu bertolak kaum pengungsi,
ditembaki mustang Belanda dengan senapang mau dihabisi.

Berapa mati dan berapa yang luka dia tak pernah dengar,
yang dia tak lupa suara anak anak menangis karena lapar.

Dia masih kecil berada di dalam gerobak barang,
bersama ratusan pengungsi menghindar dari perang.

Antri kereta di Kayu Tanam menanti giliran berangkat,
menunggu gelap datang pelindung untuk selamat.

Bertanya pada dirinya manakah pohon pohon raksasa dulu,
peneduh Amai Amai menjual ketupat goreng rabu?


Amsterdam, 28 Maret 2008
"Puisi Mawie Ananta Jonie"
PuisiKayu Tanam
Karya: Mawie Ananta Jonie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar