loading...

Kepada Penyair Heri Latief dan Asahan Aidit

Bertahun-tahun kita terhalang pulang dan tinggal di negeri orang
Jadi perantau bukan, pengembara pun bukan
Di hujan dan di panas, di dingin dan di salju meradang
Setiap butir kata untuk puisi kita kumpulkan

Puisi adalah rumahku, senjata dan harta yang kita punya
Tempat aku berteduh, hatiku menembus batas benua dan negeri
Bilakah perahu yang kita tumpangi hari ini sempat merapat di dermaga
Kita tidak tahu, mungkin saja kita sudah tidak bisa bicara lagi

Jalan ini masih panjang tapi telah dibuka oleh para perintis
Aku pernah melakukannya dengan naik gunung trurun gunung
Tapi gagal, berusaha lagi gagal lagi, berusaha lagi mencari impian garis
Inilah suara hati kecilku yang senantiasa kudukung di punggung!

Amsterdam, 23 Oktober 2006
"Puisi Mawie Ananta Jonie"
PuisiKepada Penyair Heri Latief dan Asahan Aidit
Karya: Mawie Ananta Jonie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top