Ketika Terbang di Langit

Burung besi yang tampak letih itu, 
terbang bergemuruh membelah angkasa
Aku di dalamnya, dan -masya Allah-
berada 30 mil tingginya  dari atas permukaan laut.
Lorong sepi tanpa pramugari
Pesawat ini melesat tanpa awak pesawat.
Suara mesin bergemuruh di dalam kabin.
Di jendela, langit maha luas 
dan bintang bertaburan

Aku terkulai kelu di tempat dudukku
Bangku sebelah kosong membeku.
Lorong sepi tanpa pramugari
Pesawat ini melesat tanpa awak pesawat.
Aku hanya bersama nyawaku, bergelantungan di langit.
Tak ubahnya seperti lalat yang menempel di ujung gelas.
Teringat Kiyai Zawawi, dari Madura, yang 
memeluk kitab tasawuf saat di atas pesawat, di atas Persia,

Aku pasrah, menatap langit-langit pesawat
Sambil membayangkan ribuan piranha
di bawah sana yang tengah membuka mulutnya.

Di angkasa ini, ruh seperti cuma separuh, ujar pak Kiyai.

2017
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiKetika Terbang di Langit
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top