loading...

Mengeja Gerimis

Gerimis mencubit-cubit mukaku
Sore itu, di sebuah halte
Dimana engkau memastikan kehadiran terang.
Yang nyatanya bayangannya saja enggan menghinggap
Di kepalaku.

Barangkali aku terlalu bodoh untuk ini,
daun kehilangan
Sayap. Hanya angin yang melintas di hadapanku
Membawa sabda.
Dan aku tak mampu membaca kharakatnya.

16 Maret 2011
"Dimas Indiana Senja"
PuisiMengeja Gerimis
Karya: Dimas Indiana Senja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top