Pada Suatu Hari Hidupku

Hidup dimulai dari rumah. Lalu dituntun sepatu aku menyusuri jalan ke masa lalu. Di situ aku ulang-alik tak menentu. Kadang aku melihat nestapaku yang gemetar di jalan penuh belukar. Kadang kulihat bayanganku menggigil di ujung waktu.

Aku tak kepingin diriku menjadi bangkai sendirian di bawah pohon rindang. Aku pun terus berjalan. Lalu cepat-cepat kubawa tubuhku yang piuh pulang ke rumah.

Dari dalam rumah, kubuka mataku, dan terbentang puisi-puisiku yang memancar bersama itik, dan ikan-ikan persis di pelupuk matamu. Aku tiba-tiba ingin masuk ke dalam botol. Hari yang perih, dan kegelisahan yang mendidih, ingin benar kuselipkan ke dalamnya.

Aku nikmati suara kegaduhan di dalam botol. Malam pun tiba. Aku gelisah. Bersama arloji, aku resah dan gundah. Kami mendorong jarum jam agar aku bisa melompat ke hatimu. Alangkah tololnya keinginan bisa tidur bersamamu di setiap malam ketika sunyi tiba. Aku seperti anak sapi, didekap induknya. Meringkuk sendiri. Hidup macam apalagi yang harus kujalani? Tanyaku sambil menatap masa laluku yang tak pernah kembali.

2013
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiPada Suatu Hari Hidupku
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top