loading...

Penantian

Aku mengaduh ditindih seorang malaikat. Kepalaku terantuk, badanku tertekuk. Dia duduk persis di atas kepalaku. Aku tak mungkin menarik kain kafan. Kafan kutarik menutup kepala, kakiku di bawah terbuka. Dingin tanah seketika meresap ke dalam kulitku bernanah. Mulutku gemetar: Akan tibakah ajakan menuju Yaumul Mahsyar? Atau masih di alam barzah? O, Yaumul Ba’ats, kuingat jelas. Kalau waktu masih lama, aku ingin jumpa Camus. Dia yang bilang akhirat hanya semu. Atau kalau beliau sibuk, izinkan aku bertemu ibu. Sudah lama aku rindu.  O, tak ada suara. Hanya guguran bulir-bulir tanah di samping kiri kananku. Aku mengaduh. Malaikat itu terus menindih tubuhku. Masa penantian yang kelu.

2009
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiPenantian
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top