Bisnis

header ads

Puisi: Seperti Biasa (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Seperti Biasa

Seperti biasa, aku harus menelepon-Mu berulang-ulang. Sebelum
peta perjalanan terlihat makin rabun dan gamang. Sekedar bertanya
tentang letak warung makan, bekal perjalanan, hingga arah jalan
pulang. barangkali, aku memang butuh pemandu jalan, yang bisa
mengantarku ke rumah-Mu sebelum hari beranjak petang. Sebelum
angin dingin kian merasuk ke pori-pori dan sumsum tulang.

Seperti biasa, kalbu ini menyeru berulang-ulang. Tentang janji
yang terucap saat ruh dipanggil datang. Sebelum menempati tubuh
mungil dalam perut yang mengembang. Sebelum tangis pertama
pecah di atas ranjang, di samping wajah teduh yang penuh kasih
sayang: berangkat dari kegelapan rahim menuju sinar terang.

Seperti biasa, air mata ini kembali datang, usai tubuh tercebur
ke dalam lubang. Seperti rindu yang memanggil berulang-ulang.
Seperti biasa, Sayang.

Jepara, 28 Maret 2012
"Puisi Lasinta Ari Nendra Wibawa"
PuisiSeperti Biasa
Karya: Lasinta Ari Nendra Wibawa

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar