Surat tentang Kenangan

Sudah kuterima suratmu tadi pagi. Selamat, aku senang. Pada akhirnya kamu menemukan pasangan. (Hidup ini memang penuh misteri 'kan?)

Jangan pernah mengatakan di antara kita sudah tidak ada cinta lagi. Jangan. Owah gingsiring kahanan iku saka kersaning Pangeran kang murbeng jagad. Jangan pernah mendahului kehendak Gusti Allah.

Astaga,  pernahkah kubilang kenangan (atau ingatan) bertukar rupa? Rasanya tidak. Telah kuberikan segalanya. Tak hanya kata-kata, juga rencana. Tapi, apa mau dikata, jika kehendak Tuhan lain. 

Mungkin ada hal-hal yang bisa kita lupakan. Tapi bukan mustahil ada lebih banyak lagi hal-hal yang tetap (harus) kita ingat dalam perjalanan waktu. Maafkan, bila aku tak mampu mengingat-ingatnya, apalagi menyimpannya. Semuanya kutitipkan saja padamu..(Jangan simpan sembarangan. Ingatlah perasaan pasangan.)

Sekali lagi, selamat, aku senang. Pada akhirnya kamu menemukan pasangan. Aku yakin, ialah orang yang dikirim Tuhan menjadi teman hidup bagimu untuk selama-lamanya. (Dan, ssst, jangan pikirkan dan ingat-ingat aku lagi. Move on!)

Tentu, aku tak mau buru-buru melupakanmu. Ingatan itu fana. Kenangan abadi. Ingatan pendek. Kenangan panjang. (Benar kan?)

Desember, 2014
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiSurat tentang Kenangan
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top