Telur Mata Sapi
(untuk Sigmar Polke)

Hanya mata yang sudah menamatkan
Biru samudra mampu menimbang
Cangkang letih menggeletar ini.

Hanya jari yang pernah bersengketa
Dengan merah darah lancar meniti
Lengkung seperti punggung iblis ini.

Hanya jantung yang sesekali terperam
Di gudang bawah tanah patut mengasihani
Retakan yang menahan gelegak lendir ini.

Hanya lukisan yang rela ditumbuhi
Hijau lumut segera memisahkan
Telur perempuan dari telur api.

Hanya penyair yang tak juga selesai
Menjelajahi luasan putih akan berpahala
Lapar sejati di pusat kuning ini.

Tapi hanya lidah yang sungguh jenuh
Oleh garam pasti sanggup membuntuti
Puisi pipih gosong di dulang kosong ini.

2008
"Puisi Nirwan Dewanto"
PuisiTelur Mata Sapi
Karya: Nirwan Dewanto

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top