loading...

Bakung Putih di Batu

Orang-orang yang tidur
tidak nyenyak tidurnya
tetap bangun hatinya
bangunnya kerna cinta.

Aku ingin tidur lelap dalam letihku
mendambakan perhentian di laut tanpa pulau
siapa akan membelai rambut seperti tangan kasihmu
lembut jemari bergerak dituntun naluri merpati.

Cempiang paling sangar di garis depan
juga menangis ketika cintanya mati
mana boleh aku berperan ganda selaku patung
diguyur hujan disengat matahari bungkam saja.

Aku satria yang meratap nudub hari lampau
menangis membayang ragu akan hari depan
tapi tidak mengalah tidak putus asa
kakiku seribu nuraniku wilayah Tuhan.

Di tafakur kekasih asli hadir mewakili Dia
membawa cinta dengan bunga bakung putih
tidak layu walaupun tumbuhnya di atas batu.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiBakung Putih di Batu
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top