Hikayat Negeri Sorga
(: Pulau Garam)

Angka dalam waktu
perlahan merentakan putaran kincir 
di sebidang sudut tambak
petani mendongak ke langit
menadah setitik bintang jatuh ke lubuk lautan
mengharap cahaya
gemulaikan bulir berlian mengkemilau seperti dahulu
saat seribu kapal menghantarkan hasil peluh ini ke haribaan dunia.

Pada hamparan lautan yang menyelat pulau-pulau impian
kurindukan kembali garam berderap jingga
dari lenguh para petani. meningkahi keasinan kota pada moksa
menjadikan dua rasa saling berkecup di relung delta
garam bergelus
tawar memupus di limutan samudera.

Dahulu
dari rusuk baling-baling yang pasrah pada angin
aku dapat menatap tangisharu moyangku
air matanya yang tawar dapat kucicipi bila kuasini dengan garam
hingga dari air matanya dapat kunisbatkan:
perjuangan adalah ketabahan di ladang tanggul
tambak menggulai ketegaran
tambak membuah ketenangan.

Kemudian tubuh pulau merajut sendiri keindahannya
laksana jelmaan sabana
namun senyuman senja di muka petani
tetap tulus dan bersahaja mengelus hati
meski dari hari ke hari
doa dan peluh berdesakan selaik kisruh.

Kini sebuah hikayat indah ingin kutembangkan kembali
limpahan kekayaan margalaut yang tiada kudapati selain di pulau ini
sewaktu Pangeran Katandur mengejakan kalimahsyadahah
mengelilingi daratan Madura
: samudera menggumpal kristalan putih. Garam membuih
laut mendawuh di kening dermaga
ikan-ikan berlompatan di jantung segara
sungguh rekah Tuhan menggelar sebuah negeri sorga!

Namun
entah siapa telah berbual dalam syukurnya
air laut tiada mengasin lagi
tambak hanya menanam lelah
tambak hanya memanen sepi.

Pangeran!
Ajari kami lagi mengeja asma kalimah syadahah
hingga lautan kembali mengkibar bendera layar
memasang rusuk kincir kembali membalingkan gemulai angin
mengarahi sampan-sampan kembali berlayar
menghantarkan ritus peluh ini ke haribaan dunia, seperti dahulu...
sampai harum kembali garamku
searoma derap tasbih para petani.

2007
"Puisi Raedu Basha"
PuisiHikayat Negeri Sorga
Karya: Raedu Basha

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top