loading...

Celah

Ada siapa yang bisa uraikan alur besok-lusa
setelah terbenam matari menyusul gilir tulat-tubin
Kalau titian menuju anganan adab cuma satu terowong
tersumbat tanpa celah bagi tembusnya cahaya fajar
Apakah kita terpuaskan dalam hanya meraba-raba?

Ada gelap makin malam dikekang kepentingan diri
padahal sebersit macis telah berubah jadi unggun
berkobar dan meletup-letup dan hatimu dingin jua
Lihat, selain kita masih ada bayang-bayang sendiri
Mengikuti dan mengejar ke mana pun kaki bergerak.

Ada mata yang memancar kematian gairah
tidak pada piatu seberang negri yang berperang
atau pada pelacur negri sendiri yang gemah-ripah
namun sembunyi di perisai rasam mementingkan diri
Kubawa ke atas kesediaan bahu untuk memikul
mencoba mengurai resianya jika aku seorang ibu
Ibu lebih katam arus kasih sayang — aku tabu
Ada dalam hatinya banyak celah bagi tembusnya
harapan — apakah matari terbit atau terbenam.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiCelah
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top