loading...

Oratio Funebris

Segala jisim yang sudah ada, baru apa lama
sama rapuh di batas resia hail esok-habis
dibancak oleh ulat yang tak pernah kenyang

Sedarah, senyampang bermain irama yang bunyi di warna
kulepaskan anak panah dan busur pilihan
terbang biar dan tidak pulang selaku piatu
sebab ia dipacu cinta mewakili kesucian bunda.

Aku tak perlu mencium darah paling darah
sebab merah yang sudah mengucur di atas bukit
memberi kesempatan bagi roh curang kita bebas

Sedarah, kemenyan apa mur dari leluri nenek bangsaku
kubakar di anglo supaya asapnya memberi ingat
dalam zahir tiada batas antara natal dan paskah
dan kita tidak memikul beban dalam pembebasan

Pulanglah jisim kepada tanah yang dijaga datuk
rohmu pulang ke pencipta yang menjaga datuk.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiOratio Funebris
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top