loading...

Ziarah di Makam Allama Mohammad Iqbal

Bangkitlah, bangunlah dari lelapnya kaumku yang papa
…………………………………………………………….
Jiwaku haru-biru seperti angin di ladang musim bunga
Iqbal.

Hai, Sufi yang manunggal
di ketinggianmu kekal! Dengarlah
masa kini menuntut lagi kesaksian!

Di langit Pakistan biru cerah
kudengar gema bening puisi
dalam kaligrafi imanmu
tertatah di pualam putih tirus.

Sejak  tirakatmu di Masjid Biru Samarkand,
di cemerlangnya Alhambra, Granada-Spanyol,
kuikuti kembara jiwamu
sampai kini di bayang kubah Masjid Babshahi,
sisa kejayaan Mogal -
di sini di depan nisanmu,

di negeri merdeka
buah hatimu.

Penziarah muda dari desa
di sampingku berdoa. Khusuknya
mengajak aku
sujud di hadapan wajahmu.

Tergugah keyakinan semula:
Tuhanmu, Iqbal, Tuhanku pula,
paling akrab dengan mereka yang menderita,

Yang satu itu juga,
di dalam dan di atas sejarah,

Penggerak cinta insani, Amalmu,
bertahta dalam kerinduanmu,
sesah bertiup di gubuk-gubuk petani
sepanjang tebing Sungai Ravi Lahore hari ini,

bergumul siang dan mlam, mandi lumpur, menghirup debu,
ingin memberi arti pada harapanmu semula,
di bayang puing makam-istana Jahangir -
dan istana-istana orang-orang kuasa baru,

terus memikul beban kemiskinan, penghisapan,
manipulasi haknya tak putus-putus
tak ada akhir.

mengalir terus airmata derita
seperti arus sungai Ravi
menyanyikan tuntutan kesaksianmu
di langit Pakistan merdeka.

Lahore, Oktober 1991
"Puisi Sitor Situmorang"
PuisiZiarah di Makam Allama Mohammad Iqbal
Karya: Sitor Situmorang

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top