Alienasi
(- kuta)

Cahaya memanjang menikam pesisir yang basah
meneteskan kenanganku di sayap-sayap senja
ku kumpulkan pasir kerinduan, ‘kan kubangun
wajahmu di sini, walau rapuh:
Ombak berlapis mengintai silih berganti
Sekali waktu harus ku rela
mata, kaki, tangan dan rambutmu terseret pergi
hanya wajahmu setia ku pertahankan hingga nanti

Menatap langit, ceruk yang tenggelam ke tepian laut
istana camar yang tak pernah sendiri
ku tiadakan kesetiaan camar, dan ku nikmati
kecemburuan ini
sambil menangkap angin lewat
dalam igauan

Di dahan yang kurus, kau terbuai kenangan
dan tak pernah bisa kugapai walau sesaat.

Kuta, 1996
"Puisi: Alienasi"
Puisi: Alienasi
Karya: Raudal Tanjung Banua

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Laut
Loading...

Post A Comment:

0 comments: