Bisnis

header ads

Puisi: Berilah Aku Kota

Berilah Aku Kota

Pemandangan berulang selalu. Kabut
tipis mengambang di atas dusun. Air gemercik
terbentur di batu. Tanpa berubah.

Lenguh lembu tak bergema dan wajah
kusut terbayang di kolam berkerut.

Aku tak tahan menyaksikan gerak mati.
Aku ingin lari dan berteriak: “Berilah
aku kota dengan bising dan kotornya.
Kembalikan aku ke medan pergulatan mencari
nafkah dengan keringat bersimbah di tubuh.
Aku hanya bisa hidup di tengah masalah!”

Tetapi suaraku seperti tersumbat
di kerongkongan dan kakiku tak bertenaga
seperti lumpuh.

Aku bisa mati sebelum subuh.

"Puisi: Berilah Aku Kota"
Puisi: Berilah Aku Kota
Karya: Subagio Sastrowardoyo

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Daftar Kumpulan Lagu Baru Shae

Posting Komentar

0 Komentar