Puisi: Ibu di Sepanjang Puisiku Karya: Raudal Tanjung Banua
Ibu di Sepanjang Puisiku

Ibu adalah ruh dalam diriku. Di malam
penuh ilham, malam kemilau bintang-bintang
ibu selalu mengajakku berbincang
tentang sawah dan ladang-ladang
yang ditinggalkan.

Suara ibu denyit pilu engsel pintu
membuka dan menutup diriku
tanpa salam. Sebab bertemu dan berpisah
apalah bedanya bagi tubuh satu ruh!

Memang kami sudah lama berpisah badan
entah kapan bertemu. Tapi lewat suara-suara lusuh itu
ibu selalu menjengukku dengan berbait-bait
kalimat rindu – tempat aku menyusu
tak habis-habis kususuri hingga ke hulu

Dari manakah berhulunya kalimat rindu?
Dari pintu masuk ke kalbu.
Di manakah muaranya kalimat rindu?
Dalam dada yang menjadikannya ruh

di sepanjang puisiku!

Yogyakarta, 2001
"Puisi: Ibu di Sepanjang Puisiku"
Puisi: Ibu di Sepanjang Puisiku
Karya: Raudal Tanjung Banua

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca Juga: Kumpulan Puisi Mengenai Laut

Post A Comment:

0 comments: