Keluhan Seorang Miskin

Susahnya hidup di zaman ini
kerja sebulan dua,lalu dipecat
katanya sih pabriknya bangkrut
lalu mulai hutang sana-sini.

Ayah saya dulu punya sebidang tanah
kecilnya bagaikan gundukan dua tiga kuburan
tadinya ditanami berjenis sayuran
tiba-tiba saja kena gusur
katanya buat obyek pembangunan
sebab negara kita sedang memperlancar tinggal-landas
dan kami mulai jadi gelandangan
tanah diganti, sudah sedikit masih juga dihutang
potong inilah potong itulah
mau melapor malah kita yang kena cecer
mau mengadu malah kita yang maju ke pengadilan
mau cari keadilan malah kita yang dapat hukuman
tidak mengadu, tidak melapor
lah lalu apa kerjanya itu para polisi
apa gunanya itu jaksa - hakim
dan pengadilan tinggi
tidak kerja tapi terus terima gaji
sudah korupsi masih juga berkolusi
kalau tak percaya coba tanya Adi Andjoyo
atau Benyamin Mangkudilaga.

Dia enak-enaknya berlebaran 
sekapal-terbang sekeluarga komplit ke Solo
lalu bersembahlah para pengikutnya pada mencium tangan
tampaknya dia memang sedang cari muka
ketemu lagi dengan tokoh yang juga cari muka
maka cacatlah nama yang dulu begitu meninggi
lalu apakah juga masih dapat disebutkan
pelopor reformasi, reformasi sejati lagi!

Katanya kalau dia mau tobat cara tobat nasuha
atau setingkat lagi tobat muhabalah
maka selesailah sudah
dia diterima, anggap saja tak lagi berdosa
anggap saja hartanya yang trilyunan itu sudah putih
sebab sudah minta ampun
takkan lagi dikejar-kejar sejarah
mak enaknya jadi dia itu!
Orang yang selalu bikin rakyat sengsara
tapi tak pernah dihukum
orang yang membunuh berjuta jiwa
tapi selalu mengulum senyum
dihujat sedikitpun banyak yang membela
mak enaknya jadi dia itu!

Kami ini hidup mati ketakutan
dulu takut sama dia
kini takut kemiskinan
entah kapan diusir dari rumah kontrakan
sebentar lagi listrik diputus
beras tiap hari naik
gula tak lagi terasa manis
garam tak lagi terasa asin
cabe tak lagi terasa pedas
hutang sudah mulai menggunung
para penagih sudah terasa mengikuti punggung
walah susahnya hidup di zaman ini
orang yang dulu hidup sederhana
kini tambah miskin
orang yang dulu hidup miskin, kini menunggu mati
walah mak, susahnya hidup di zaman ini!

Paris, 7 Februari 1999
"Puisi: Keluhan Seorang Miskin"
PuisiKeluhan Seorang Miskin
Karya: Sobron Aidit

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Loading...

Post A Comment:

0 comments: