Bisnis

header ads

Puisi: Kidung Rembang Petang

Kidung Rembang Petang

Seiring lagu rindu kuketuk pintu hatimu, ibu telah lama aku berjalan menembus kabut di matamu mengurai mbako susur yang melingkar di bibir waktu terasa pahit di lidah, tapi tak juga kaumuntahkan lewat angin semilir kukirim lagu rindu menembus langit biru.

Kini aku melangkah menujumu, ibu aku mengarah hanya pada puting susumu masih kuingat betapa jari jemarimu tak letih menyulam perih luka batinku.

Meski tertatih, kini jemari tanganku tak letih meniti tasbih menguntai jiwa putih mendekap jiwa perih. Ibu, sendirian aku berjalan memasuki gerbang istana-Nya, mengetuk pintu rindu ibu, senjakala berwarna jingga mengurai senyummu.

Jambi, 18 Mei 2010
"Puisi: Kidung Rembang Petang"
PuisiKidung Rembang Petang
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar