Puisi: Menyambut Kelahiran Karya: Raudal Tanjung Banua
Menyambut Kelahiran
(– Anakku, Nahya atau Tsabit)

Kusambut kelahiranmu, anakku
dengan menggambar peta
buta. Tanpa skala. Tak ada kota-kota. Tak ada
tanda dan nama-nama. Kuharap
lapang matamu memandang: Laut dan gunung
tak kuwarnai, biru melulu
mengharuku. Danau dan sungai
tak kutandai, ketenangan dan kesunyiannya
telah menjadi tanda sendiri dalam dada. Kuharap
lantang tangismu bergema, hingga kota-kota,
tanda dan nama-nama, lahir dari ketakjuban
dan keheranan pertamamu melihat dunia
warna-warna dan air mata
lahir dari asal-mula sederhana; tangismu
dan tangis ibumu.

Di seberangnya aku melambai
menantimu.

Yogyakarta, 2001
"Puisi: Menyambut Kelahiran"
Puisi: Menyambut Kelahiran
Karya: Raudal Tanjung Banua

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Panorama Laut

Post A Comment:

0 comments: